Minggu, 18 Mei 2014

INFORMASI DALAM PRAKTIK



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manajer sering kali memusatkan perhatian hanya pada beberapa aktivitas peting saja, yang di sebut sebagai faktor keberhasilan kritis (critical success factor-CSF) yang memiliki pengaruh sangat besar pada keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Sistem pemrosesan transaksi akan memproses data yang menguraiakan operasi perusahaan sehari - hari. Pemrosesan ini akan menghasilkan suatu basis data yang digunakan oleh sistem - sisten lain di dalam perusahaan. sistem pemrosesan transaksi sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis distribusi.
Sistem informasi lainnya di dalam perusahaan di maksudkan untuk mendukung unit - unit organisasi. Sebagai contoh, sistem informasi pemasaran, sistem informasi budaya manusia, sistem informasi manufaktur, dan sitem informasi keuangan dibuat sesuai dengan kebutuhan informasi dari masing - masing area bisnis tersebut, dan sistem informasi eksekutif mengakui adanya kebutuhan - kebutuhan informasi yang unik dari pada pengguna di tingkat atas organisasi.
B. Rumusan Masalah:
     Adapun rumusan masalah dari makalah ini, diantaranya:
1.      Bagaimana informasi sebagai salah satu faktor penting penentu keberhasilan ?
2.      Bagaimana sistem pemrosesan transaksi?
3.      Bagaimana informasi organisasi?
4.      Bagaimana manajemen hubungan organisasi?
5.      Apa karakteristik dari data warehousing?
6.      Apakah perbedaan antara warehousing dengan basis data?
7.      Bagaimana cara penyampaian informasi dalam informasi dalam praktek?
8.      Apakah definisi dari OLAP?
9.      Bagaimana verifikasi hipotesis  pada data mining?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami ataupun memcahkan masalah yang sudah dipaparkan pada rumusan masalah diatas, dan juga sebagai tambahan referensi bagi para pengguna informasi terkait dengan informasi tersebut.


















BAB II
PEMBAHASAN
A.      Informasi Sebagai Salah Satu Faktor Penting Penentu Keberhasilan
Pada tahun 1961, D.Ronald Daniel dari McKinsey & Company, salah satu perusahaan konsulian terbesar di Amerika, memperkenalkan istilah critical success factor(CSF) atau faktor penting penentu keberhasilan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aktivitas penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan bagi semua jenis organisasi. Ketika manajemen sebuah perusahaan menjalankan konsep CSF mereka akan memusatkan perhatian pada pengedintifikasian CSF dan kemudian memonitor sampai seberapa jauh mereka telah mencapainya.
B. Sistem Pemrosesan Transaksi
Istilah sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi mengunpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna terdapat di dalam maupun di luar perusahaan. Istilah sistem pemrosesan data elektronik (electronic data processing -EDP) dan sistem informasi akuntansi juga telah dipergunakan, namun saat ini kurang populer.
Informasi yang mengalir ke lingkungan juga memeliki arti penting. sistem pemrosesan transaksi adalah satu - satunya sistem informasi yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. Sistem pemrosesan transaksi memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada setiap unsur lingkungan selain pesaing. Sebagai contoh, sistem pemrosesan transaksi memberikan faktur dan laporan saldo kepada pelanggan, pesanan pembelian kepada pemasok, dan data dalam laporan keuangan tahunan kepada para pemegang saham dan pemilik.
Salah satu contoh yang baik dari sistem pemrosesan transaksi adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan - perusahaan distribusi. perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasa kepada para pelanggannya yang akan disebut sebagai suatu sistem distribusi (distribution system).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmkh2VtBObtWIUIqFj6wd-DHUws0v2ObJhQK9G-3HQT2Hxoc_kxoTEYanV4vZZS-JAIM3JsTytIaDT0wkrvjh6uxveY16cPlU-Psseq9wTrjod0a3G1f2GthAkEUDQFtuReItsDBwLcYtF/s320/Picture3.png
Sistem distribusi juga dapat ditemukan pada organisasi - organisasi jasa seperti united way dan rumah sakit serta pada badan - badan pemerintahan seperti militer dan perpajakan. semua organisasi, dalam satu bentuk dan lainnya bergerak dalam bidang bisnis distribusi.
Tinjauan Sistem
            Seluruh sistem ditunjukkan oleh kotak yang diberi label "Sistem distribusi" yang berada ditengah. Unsur - unsur lingkungan yang berinteraksi dengan sistem ditunjukkan oleh kotak - kotak dan dihubungkan ke sistem oleh panah - panah yang disebut arus data.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaZicia4E0LPL-33dNyVht7s9Ec4UXkxw_ALFvC92YV0LmXKyPh5NpjtX_drhnkU-X_UjkZGm_y3kakEP6dJgPPJ4qLsVICCFJtse-3FAMSb1ybil1ti1ga7f15fWNx38dHLYRtrnhzcq1/s1600/preview005.png
            Arus data dari sistem distribusi kepada manajemen terdiri atas laporan - laporan akuntansi standar. Semua kecuali dua arus data seperti gambar di atas terdiri atas sumber - sumber daya daya maya (virtual).
Subsistem-Subsistem Utama dari Sistem Distribusi


http://dc340.4shared.com/doc/udtCqFCT/preview006.png,http://dc340.4shared.com/doc/udtCqFCT/preview007.png
 







Sistem yang Memenuhi Pesanan Pelanggan

http://dc340.4shared.com/doc/udtCqFCT/preview008.png 













            Sistem Entry Pesanan (order entry system), memasukan pesanan pelanggan kedalam sistem.
·         Sistem Persediaan (inventory system), memelihara catatan persediaan
·         Sistem Penagihan (billing system), membuat faktur pelanggan
·         Sistem Piutang Dagang (account receivable system), menagih uang dari para pelanggan

Sistem yang Memesan Persediaan Pengganti
Sistem Pembelian (purchasing system), menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok untuk persediaan yang dibutuhkan.Sistem Penerimaan (receiving system), menerima persediaan. Sistem Utang Dagang (account payable system), melakukan pembayaran

Sistem yang Menjalankan Proses Buku Besar
Sistem Buku Besar (general ledger system), adalah sistem akuntansi yang menggabungkan data dari sistem-sistem akuntansi yang lain dengan tujuan untuk menyajikan gambaran keuangan operasi perusahaan secara gabungan. Terdapat 2 subsistem yang terkait :
1)      Sistem memperbarui buku besar (update general ledger system), pembukuan catatan- catatan yang menguraikan berbagai tindakan dan transaksi dalam buku besar.
2)      Sistem pembuatan laporan manajemen (prepare management report system), menggunakan isi buku besar untuk membuat neraca dan laporan laba rugi serta laporan lainnya.

Menempatkan Sistem Pemrosesan Transaksi dalam Perspektif
Sistem pemrosesan transaksi adalah sistem informasi pertama yang terkomputasi. Selain sebagai area aplikasi yang paling dapat dipahami, sistem ini juga berperan sebagai fondasi dari semua aplikasi yang lain. Fondasi ini dalam bentuk basis data yang berperan dalam mendokumentasi barbagai hal yang dibutuhkan prusahaan dalam operasinya dan interaksi dalam lingkungan.

C. Sistem Informasi Organisasi
Sistem informasi dikembangkan untuk setiap area bisnis ini. Jenis sitem informasi lainnya yang telah diimplementasikan di banyak perusahaan - sistem informasi eksekutif . semua sistem informasi ini merupakan contoh dari sistem informasi organisasi (organizational information systems). semua sistem informasi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan bagian - bagian tertentu dari organisasi.
Sistem Informasi Pemasaran
-    Subsistem Output
     Bauran Pemasaran (marketing mix) :
1)      Subsistem Produk (product subsystem), memberi informasi tentang produk-produk perusahaan
2)      Subsistem Lokasi (place subsystem), memberikan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan
3)      Subsistem Promosi (promotion subsystem), memberikan informasi mengenai iklan dan aktivitas penjualan pribadi perusahaan.
4)      Subsistem Harga (price subsystem), membantu manajer mengambil keputusan harga
5)      Subsistem Bauran Terintegrasi (integrated mix - subsystem), memungkinkan manajer mengembangkan strategi yang mempertimbangakan pengaruh gabungan dari unsur – unsur ke empat subsistem.
-    Basis data
Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari basis data.

-    Subsistem Input
1)      Sistem pemrosesan transakasi (transaction processing system), mengumpulkan data dari sumber – sumber internal dan lingkungan lalu memasukannya dalam basis data.
2)      Subsistem riset pemasaran (marketing research subsystem), mengumpulkan data internal dan lingkungan dengan cara studi –studi khusus.
3)      Subsistem Intelejensi Pemasaran (marketing intelegence subsystem), mengumpulkan data lingkungan yang berfungsi untuk manajemen tetap terinformasi mengenai aktivitas para pesaing dan pelanggan perusahaan dan unsur – unsur lain yang dapat memengaruhi operasi pemasaran.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTVs1AJDDpxlovB6nJZqcIC-v00X7BGgNQQK99rvP-9Wn67StiScybOj-eXiB5Epg21bUfGkcPSuelsRL1ZhHmv6LHXXhuW2xIobZm_qIAjQPQrkoo7jlm01FooyF65PO0NMUifY2Qp0jv/s1600/33.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGA6c0bbhbfXiYJF8kdG3XlG8EL8V2BdIaJQTwyFoTyT1VKw_DQBGPWBXYN_MpQuIcjoaUllmzeTphNKppL5j4-1lXuDPEVQIggrSKjKSAS0QUsTyzY6ZEW1rD5g5NQkVtdqGavURwJczf/s1600/e.JPG
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Sistem informasi sumber daya manusia (human resources information subsystem - HRIS), memberikan kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan suber daya manusia perusahaan.

Subsistem Output HRIS :
·   Perencanaan
·   Rekruitmen
·   Pengelolaan tenaga kerja
·   Kompensasi karyawan
·   Tunjangan karyawan
·   Laporan SDM untuk informasi yang dibutuhkan public

Sistem Informasi Manufaktur
Sitem informasi manufaktur (manufacturing information system), memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur perusahaan.Subsistem Informasi Manufaktur :
·     Manufaktur Produksi
·     Manufaktur Persediaan
·     Manufaktur Mutu
·     Manufaktur Biaya

Sistem Informasi Keuangan
Sistem Informasi Keuangan (financial information system), memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang beerkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan.
Subsistem Informasi Keuangan :
·     Peramalan ekonomi masa depan
·     Pengelolaan aliran dana perusahaan
·     Pengendalian keuangan perusahaan

Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System- EIS) adalah suatu sistem yang memberikan informasi kepada manajer di tingkat yang lebih tinggi atas kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dipergunakan pula istilah sistem pendukung eksekutif (executif support system).
EIS perusahaan biasanya terdiri dari atas stasiun-stasiun kerja eksekutif yang terhubung melalui jaringan ke komputer pusat. Konfigurasi stasiun kerja terdiri atas sebuah komputer pribadi dengan unit penyimpanan sekunder yang menyimpanan basis data eksekutif. Basis data ini memuat data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh komputer pusat perusahaan.
Model EIS juga menunjukkan komposisi komputer pusat yang berhubunngan dengan EIS. Data dan informasi dapat dimasukkan ke dalam basis data korporat dari sumber –sumber eksternal, dan berita-berita serta penjelasan akan peristiwa-peristiwa terbaru dapat dimasukkan oleh anggota staf dengan mempergunakan stasiun kerja mereka masing-masing. Selain basis data korporat, EIS meliputi kotak surat elektronik para eksekutif dan koleksi peranti lunak yang menghasilkan inforrmasi eksekutif. Para perancang EIS membuat sistem secara fleksibel sehingga ia akan dapat memenuhi keinginan semua eksekutif, apapun itu. Salah satu pendekatan adalah dengan memberikan kemampuan drill-down(perincian). Dengan pendekatan ini, eksekutif dapat mengeluarkan tampilan ringkasan dan kemudian secara berurutan menempilkan detail dari tingkat yang lebih rendah. Drill-down akan terus dilakukan sampai eksekutif merasa puas bahwa mereka telah mendapatkan jumlah detail sesuai dengan kebutuhan.

D. Manajemen Hubungan Pelanggan
Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management) adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya akan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru.CRM system akan mengakumulasi data untuk jangka panjang 5 tahun, 10 tahun atau lebih & menggunakan data tersebut memberikan data kepada para pengguna.Oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat dipenuhi dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan. Unsur utama dalam sebuah sistem CRM adalah data warehouse (gudang data).
E. Data Werehousing
Seperti yang dapat di bayangkan, seiring dengan terkumulasinya data transaksi selama bertahun-tahun, maka volume data akan menjadi sangat besar. waktu sesingkat ini sebuah teknologi komputer mampu mendukung suatu sistem dengan permintaan data berskala besar seperti itu. Memungkinkan sebuah teknologi komputer untuk membangun sebuah sistem dengan kapasitas data yang hampir tak terbatas.

Karateristik Data Werehouse
Data warehouse (gudang data) telah diberikan untuk menjelaskan penyimpanan data yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
·         Kapasitas penyimpanan yang sangat besar
·          Data diakumulasi dengan menambahkan catatan-catatan baru, bukannya dijaga tetap paling mutakhir dengan memperbarui catatan-catatan yang sudah ada dengan informasi yang baru.
·          Data dapat diambil dengan mudah
·          Data sepenuhnya untuk pengambilan keputusa, dan tidak digunakan dalam operasi perusahaan sehari-hari

Beberapa pakar merekomendasikan untuk mengambil pendekatan yang lebih sederhana dan mengimplementasikan data warehouse dengan cara bertahap. Jika mengikuti pendekatan ini, akan digunakan istilah pendekatan data mart (toko data) untuk menguraikan subjek. Data mart adalah suatu basis data berisikan data yang hanya menguraikan data segmen dari operasi perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan dapat memiliki data mart pemasaran, data mart sumber daya manusia, dan seterusnya.
            Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse atau  data mart disebut  data warehousing dan akan dilakukan oleh suatu sistem.


Sistem Data Werehousing
Data warehouse adalah bagian utama dari data warehousing yang memasukan data ke dalam gudang, mengubah isinya menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut kepada para pengguna. I:I Data di kumpulkan dari sumber-sumber data dan dikirimkan ke area pengumpulan sebelum dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan data warehouse.Suatu sistem penyampaian informasi akan memperoleh data dari tempat penyimpanan data warehouse dan mengubahnya menjadi informasi bagi penggunannya.
            Sumber-sumber data yang utama adalah sistem pemrosesan transaksi, namun tambahan data dapat diperoleh dari sumber-sumber lain, baik itu internal maupunlingkungan.
            Area pengumpulan adalah tempat dimana data menjalani ekstraksi, transformasi, dan pemuatan. Suatu Proses yang sering sekali disingkat menjadi ETL, proses Ekstraksi menggabungkan data dari berbagai macam sumber; prosesTransformasi membersihkan data, menempatkannya dalam suatu format standart, dan membuat ringkasan.
            Metadata warehouse  adalah “data tentang data” yang merupakan data yang menjelaskan data dalam tempat penyimpanan data. Metadata mirip dengan kamus data dari suatu basis data, dengan kelebihan yang lebih terinci.

Bagaimana Data di Simpan Dalam Tempat  Penyimpanan Data Werehouse
 Dalam suatu basis data, seluruh data mengenai subjek tertentu disimpan bersama dalam satu lokasi, yang biasanya berbentuk suatu tabel. Data tersebut meliputi data pengidentifikasi (seperti nomor pelanggan), data deskriptif (seperti nama pelanggan), dan data kuantitatif (seperti penjualan bulan ini). Ada dua jenis tabel dalam penyimpanan data warehouse, dalam tabel data tersebut akan digabung yang menghasilkan suatu paket informasi.
Tabel Dimensi
            Data pengidetifikasi dan deskriptif akan disimpan dalam tabel dimensi. Istilah dari tabel dimensi adalah mengartikan pemikiran bahwa data tersebut dapat menjadi basis untuk melihat data dari berbagai sudut pandang, atau baerbagai dimensi. Contoh yang mengilustrasikan sebuah tabel dimensi untuk edintitas atau objek pelanggan.




Tabel Fakta
            Tabel yang terpisah-pisah merupakan tabel fakta (fact tables) berisi ukuran – ukuran kuantitatif sebuah etentitas, objek, atau aktifitas. Satu contoh tabel fakta memuat data mengenai satu aktifitas tertentu-penjualan komersial. Semua fakta terdapat pada gambar tabel tersebut adalah ukuran dari aktifitas.  Jika digabungakan dengan data tabel dimensi, akan didapatkan berbagai macam analisis, seperti penjualan bersih menurut wilayah pelanggan, pajak penjualan menurut kode pos, dan komisi penjualan menurut kode kredit

Paket Informasi
            Dari dua data tabel tersebut digabungkan untuk membentuk suatu paket informasi. Paket Informasi mengidentifikasi semua dimensi yang digunakan dalam analisis suatu aktifitas tertentu. Paket informasi terdiri empat dimensi yang dapat digumnakan untuk menganalisi penjualan komersial menurut waktu, tenaga penjual, pelanggan, produk.

Skema Bintang
            Untuk setiap dimensi, akan ada satu kunci yang mengidentifikasikan dimensi dan menciptakan hubungan ke paket informasi. Dengan menggunakan empat tabel dimensi-pelanggan, waktu, tenaga penjual, dan produk dalam skema bintang memungkinkan diperolehnya informasi seperti berikut :
·         Unit penjualan aktual menurut kode pos pada satu bulan tertentu
·         Perbandingan jumlah komisi penjualan menurut wilayah penjualan selama dua kuartal terakhir.
·          Penjualan produk berdasarkan pelanggan untuk tahun berjalan sampai dengan saat ini

Skema bintang ini berfokus pada penjualan komersial dilihat dari segi pelanggan, tenaga penjual, produk, dan waktu. Tempat penyimpanan data warehouse terdiri atas beberapa skema bintang, dengan satu skema untuk setiap jenis aktifitas yang dianalisis.




F. Penyampaian Informasi
Unsur terakhir dalam sistem warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang mendapat data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi pengguna.
G. OLAP (on-line analytical processing)
Pembuatan laporan, paket query basis data, dan model-model matematis semuanya dapat digunakan. Selain itu, terdapat pula satu jenis peranti lunak yang secara khusus telah dikembangkan untuk data warehouse . peranti lunak tersebut yaitu OLAP, yang merupakan singkatan dari on-line analytical processing. OLAP memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan data warehouse melalui GUI ataupun antarmuka WEB dan dengan cepat memperoleh informasi dalam berbagai jenis format termasuk grafik. Terdapat dua pendekatan untuk OLAP : ROLAP dan MOLAP. ROLAP(relational on-line analytical processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data relasional standar. MOLAP(multidimensional on-line analytical processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data khusus multidimensional.

H. Data Mining
Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui pengguna. Data minning membantu pengguna dengan menemukan hubungannya dan menyajikannya dengan cara yang dapat dipahami sehingga hubungan tersebut menjadi dasar dalam pengambulan keputusan. Terdapat dua cara dasar dalam melakukan data minning yaitu verifikasi hipotesis (hypotesis verification) dan penemuan pengetahuan (knowledge discovery).
Verifikasi Hipotesis (Hypothesis Verification)
Dimulai dengan hipotesis pengguna mengenai bagaimana data saling terhubung.
1.      Proses pengambilan akan dipandu sepenuhnya oleh pengguna
2.      Informasi yang terpilih tidak akan dapat lebih baik dari pemahaman pengguna akan data.
3.      Cara tradisional untuk melakukan query atas suatu database.
            Kelemahan pendekatan ini adalah bahwa proses pengambilan akan sepenuhnya dipandu oleh pengguna. Informasi yang terpilih tidak akan dapat lebih baik dari pemahaman akan pengguna akan data.
Penemuan Pengetahuan (Knowledge discovery)
Sistem data warehouse menganalisa tempat penyimpanan data warehouse, mencari kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama. Kontribusi penemuan pengetahuan adalahbahwa ia memberikan sistem data warehousing kemampuan menganalisa data yang melebihi kemampuan pengguna itu sendiri. Piranti lunak akan mengidentifikasi data-data yang tidak diketahui oleh pengguna. Kemampuan seperti ini diperoleh dengan menggunakan kecerdasan buatan.

Menempatkan data Warehousing dalam Prespektif
Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu, namun teknologi informasi yang dibutuhkan untuk mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini. Ketika teknologi mampu mengejar permintaan, beberapa pencapaian yang dramatis telah berhasil dilakukan. Dengan kemampuan untuk menyimpan sejumlah data yang praktis tak terbatas dan mengambilnya dengan cepattelah membuka gerbang-gerbang pemrosesan data yang baru.

















BAB III
KESIMPULAN
Ketika manajemen sebuah perusahaan menjalankan konsep CSF mereka akan memusatkan perhatian pada pengedintifikasian CSF dan kemudian memonitor sampai seberapa jauh mereka telah mencapainya.  Aktivitas-aktivitas penting tersebut adalah CSF, dan faktor ini dapat berbeda-beda dari satu jenis organisasi ke jenis organisasi yang lain. Sistem Pemrosesan Transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data yang menguraikan aktifitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan.
Sistem informasi didalam organisasi terdiri dari Sistem Informasi Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Manufaktur Keuangan, dan Sistem Informasi Eksekutif. Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management) adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini.
Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse atau  data mart disebut  data warehousing dan akan dilakukan oleh suatu sistem. Dalam suatu basis data, seluruh data mengenai subjek tertentu disimpan bersama dalam satu lokasi. Data tersebut meliputi data pengidentifikasi (seperti nomor pelanggan), data deskriptif (seperti nama pelanggan), dan data kuantitatif (seperti penjualan bulan ini). Ada dua jenis tabel dalam penyimpanan data warehouse, dalam tabel data tersebut akan digabung yang menghasilkan suatu paket informasi.
Unsur terakhir dalam sistem warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang mendapat data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi pengguna. Ketika teknologi mampu mengejar permintaan, beberapa pencapaian yang dramatis telah berhasil dilakukan. Dengan kemampuan untuk menyimpan sejumlah data yang praktis tak terbatas dan mengambilnya dengan cepattelah membuka gerbang-gerbang pemrosesan data yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

Mc. Leod. Raymond. 2008.Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat

1 komentar:

  1. SteelSeries.com | Titanium Comb - Titsanium Artistry
    SteelSeries.com | Titanium Comb. The SteelSeries.com | Titanium Comb is titanium mens wedding band the most popular piece of premium properties of titanium titanium titanium vs steel used steel titanium for sale in Canada. mens wedding bands titanium Made in Ontario

    BalasHapus